Saya di KMO, Tak Hanya Belajar Menulis
Saya sangat paham bahwa
keterampilan menulis seseorang tidak didasari oleh bakat atau passion,
melainkan karena minat dan kesungguhan serta cita-cita seseorang untuk terampil
dalm menulis. Saya pahami itu karena saya masih ingat betul di awal saya
memulai menulis di blog pada tahun 2009
yang lalu. Teman sekalian bisa meng-scroll tulisan saya di tahun 2009 dimana
saya hanya mempublish beberapa foto dan memberikan kalimat keterangan pada foto
tersebut. Sengaja saya tidak menghapus, tidak menjadikannya draft saat ini dan
membiarkan tulisan itu ter-publish apa adanya. Saya ingin memberikan pesan
kepada pembaca blog saya bahwa menulis bukanlah hadir dari bakat seseorang. Seandainya saat
itu saya berpikir bahwa saya tidak berbakat dalam menulis dan mencari bakat
lain, maka sampai saat ini saya tidak akan memiliki fans club yang setiap bertemu menanyakan tulisan terbaru saya, saya
tidak akan memiliki beberapa silent reader yang ternyata salah satunya dosen
saya sendiri. Beneran!
Berangkat dari pemahaman
dangkal tersebut di atas, saya selalu mencari ruang untuk menajamkan tulisan saya.
Masuk forum sana-sini, jadi anggota komunitas sana-sini, ikut event kopdar
dengan penulis-penulis mayor, menjadi member grup menulis di mana-mana, serta
mengikuti kelas-kelas belajar menulis di dunia nyata dan dunia selain nyata.
Meskipun pada beberapa tahun terakhir saya mulai disibukkan dengan kerja
(sana-sini juga). Ini pembenaran!
Kembali mendapat akses
internet di akhir-akhir ini, dapatlah saya informasi tentang Komunitas Menulis
Online (KMO) yang ternyata sudah masuk dalam Batch 6. Pembacaan awal saya pada
komunitas ini hanya sebagai ajang silaturrahmi para penulis pemula biasa. Nanti
setelah proses registrasi barulah saya paham ternyata semacam sekolah online
untuk para penulis semula. Saya pesimis, karena saya tahu bahwa saya orang yang
sulit berkonsentrasi dalam kelas. Apalagi ini hanya kelas Online, yang bisa
diikuti sambil tiduran, sambil makan, sambil nonton, dan sambil kayang juga
tentunya.
Ternyata belajar Online itu
bisa sangat efektif. Semalam saya ikut dalam kelas perdana belajar menulis di
Komunitas Menulis Online (KMO) Club Batch 6 via media social WhatsApp. Yang
saya herankan sebagai orang yang punya konsentrasi bercabang-cabang, ternyata
seolah terhipnotis untuk fokus dan mengikuti kelas dengan saksama.
Saya tertarik bahkan di
tiga menit pertama, saya menyebut sesi itu sebagai sesi “Revolusi Mental”, dan
ini tidak berlebihan. Kalau tidak percaya, silakan ikuti kelas selanjutnya. Saya
salut pada Mas Tendi Murti yang dikenal sebagai kepala Sekolah yang punya ide
membuat kelas Online yang bisa efektif seperti ini. Tentunya dengan rule
mumpuni oleh tim dalam mengatur ribuan (mungkin) pelajar yang tersebar di
seluruh Indonesia.
Efektifnya, ada sesi tanya jawab dimana semua
pertanyaan peserta mewakili semua masalah calon penulis dan penulis pemula
seperti saya. Saya berharap, saya bisa terus mengikuti kelas sampai selesai
sehingga bisa menelurkan tulisan-tulisan yang bermanfaat. Saya juga berharap
mendapatkan gemblengan, krisan (kritik dan saran) untuk bisa mendapatkan
pelajaran yang lebih dinamis. Thank you anyway Mas Tendi Murti, Mbak Rina
Maruti Widiasari, dan Mas Toto. Wassalam.
0 comments:
Post a Comment
sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih