Breaking News
Loading...
Tuesday, 24 May 2016

Saya di KMO, Tak Hanya Belajar Menulis

Saya sangat paham bahwa keterampilan menulis seseorang tidak didasari oleh bakat atau passion, melainkan karena minat dan kesungguhan serta cita-cita seseorang untuk terampil dalm menulis. Saya pahami itu karena saya masih ingat betul di awal saya memulai menulis di blog  pada tahun 2009 yang lalu. Teman sekalian bisa meng-scroll tulisan saya di tahun 2009 dimana saya hanya mempublish beberapa foto dan memberikan kalimat keterangan pada foto tersebut. Sengaja saya tidak menghapus, tidak menjadikannya draft saat ini dan membiarkan tulisan itu ter-publish apa adanya. Saya ingin memberikan pesan kepada pembaca blog  saya bahwa menulis  bukanlah  hadir dari bakat seseorang. Seandainya saat itu saya berpikir bahwa saya tidak berbakat dalam menulis dan mencari bakat lain, maka sampai saat ini saya tidak akan memiliki fans club yang setiap bertemu menanyakan tulisan terbaru saya, saya tidak akan memiliki beberapa silent reader yang ternyata salah satunya dosen saya sendiri. Beneran!
Berangkat dari pemahaman dangkal tersebut di atas, saya selalu mencari ruang untuk menajamkan tulisan saya. Masuk forum sana-sini, jadi anggota komunitas sana-sini, ikut event kopdar dengan penulis-penulis mayor, menjadi member grup menulis di mana-mana, serta mengikuti kelas-kelas belajar menulis di dunia nyata dan dunia selain nyata. Meskipun pada beberapa tahun terakhir saya mulai disibukkan dengan kerja (sana-sini juga). Ini pembenaran!
Kembali mendapat akses internet di akhir-akhir ini, dapatlah saya informasi tentang Komunitas Menulis Online (KMO) yang ternyata sudah masuk dalam Batch 6. Pembacaan awal saya pada komunitas ini hanya sebagai ajang silaturrahmi para penulis pemula biasa. Nanti setelah proses registrasi barulah saya paham ternyata semacam sekolah online untuk para penulis semula. Saya pesimis, karena saya tahu bahwa saya orang yang sulit berkonsentrasi dalam kelas. Apalagi ini hanya kelas Online, yang bisa diikuti sambil tiduran, sambil makan, sambil nonton, dan sambil kayang juga tentunya.
Ternyata belajar Online itu bisa sangat efektif. Semalam saya ikut dalam kelas perdana belajar menulis di Komunitas Menulis Online (KMO) Club Batch 6 via media social WhatsApp. Yang saya herankan sebagai orang yang punya konsentrasi bercabang-cabang, ternyata seolah terhipnotis untuk fokus dan mengikuti kelas dengan saksama.
Saya tertarik bahkan di tiga menit pertama, saya menyebut sesi itu sebagai sesi “Revolusi Mental”, dan ini tidak berlebihan. Kalau tidak percaya, silakan ikuti kelas selanjutnya. Saya salut pada Mas Tendi Murti yang dikenal sebagai kepala Sekolah yang punya ide membuat kelas Online yang bisa efektif seperti ini. Tentunya dengan rule mumpuni oleh tim dalam mengatur ribuan (mungkin) pelajar yang tersebar di seluruh Indonesia.
Efektifnya, ada sesi tanya jawab dimana semua pertanyaan peserta mewakili semua masalah calon penulis dan penulis pemula seperti saya. Saya berharap, saya bisa terus mengikuti kelas sampai selesai sehingga bisa menelurkan tulisan-tulisan yang bermanfaat. Saya juga berharap mendapatkan gemblengan, krisan (kritik dan saran) untuk bisa mendapatkan pelajaran yang lebih dinamis. Thank you anyway Mas Tendi Murti, Mbak Rina Maruti Widiasari, dan Mas Toto. Wassalam.

0 comments:

Post a Comment

sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih