Breaking News
Loading...
Saturday, 28 May 2016

Menggali Ide, Menumbuh-kembangkannya Lewat Tulisan

Kertas itu serupa akal.
Tak ada ide, kertas masih kosong. ZAM
IDE seringkali menjadi masalah penulis pemula. Kadang ide berseliweran di ubun-ubun pada momen yang tidak tepat. Entah pada saat kita sedang sibuk dengan urusan kantor, sedang berada di jalan dan smartphone sedang low batteri.  Tetapi terkadang juga kita sedang punya waktu, sudah berada di depan komputer, Smartphone sudah ter-charger penuh namun kita tidak punya ide atau melupakan ide yang telah direncanakan untuk ditulis. 


Ide sendiri merupakan kekuatan untuk menulis jenis tulisan non-fiksi. Pentingnya ide, dia menjadi tema dalam tulisan yang akan menjadi frame tulisan utuh agar tidak melebar kemana-mana. Beda halnya dengan tulisan fiksi yang terkadang ide cerita biasanya ditemukan dan menjadi klimaks diakhir-akhir cerita. 

Kelas KMO semalam semakin menajamkan pengetahuan menulis saya. Materinya tentang bagaimana menggali ide. Setelah mas Tendi Murti memaparkan cara menemukan ide atau tema tulisan, beterbanganlah ide itu di kepala saya. Satu-persatu ide ingin tertulis dalam 10 daftar ide yang akan saya jabarkan lewat tulisan saya selanjutnya. Adapun ide yang sempat saya tangkap dan penjarakan  dalam tulisan itu sebagai berikut:
  1. Terlintas dipikiran saya untuk menulis tentang Kampung Halaman saya.
  2. Saya tertarik untuk membuat filosofi lain dari Kopi.
  3. Nurdin Halid, nama politikus itu ikut hadir di dimensi ide saya semalam.
  4. Saya menemukan ide tentang sistem pariwisata yang kekinian.
  5. 3J, Apa ini?
  6. Menikah, hmmm... selalu saja hangat.
  7. Menulis, ini penting.
  8. Ikrar membuat buku.
  9. Menjabarkan cita-cita, dan
  10. Kerja, kerja, kerja!
Mungkin saja tugas kedepannya adalah membuat ide-ide di atas menjadi tulisan. Dan saya sudah tidak sabar lagi menunggu tugas tersebut.


0 comments:

Post a Comment

sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih