T E G U H
Anak Will Smith tiba-tiba bercerita kepada ayahnya yang sengaja menjemput anak satu-satunya tersebut sepulang sekolah salah-satu play group di kota New York. Ia bercerita tentang kematian seorang Pendeta di sebuah menara gereja negeri Antabaranta.
"Pada suatu hari, hujan lebat dan badai membuat salah satu gereja di negeri Antabaranta kebanjiran. Saat itu, hanya ada satu orang yang berada dalam gereja tersebut, yaitu Pendeta. Semakin lama, hujan semakin lebat, dan airpun semakin menggenangi gereja. Kursi, meja, mimbar, serta properti-properti kebaktian lainnya, tenggelam dan hanyut. Tak ada pilihan lain, Pendeta naik ke atas puncak menara gereja agar tidak hanyut dan tenggelam. Di puncak menara tersebut, ia melihat orang sekeliling menggunakan perahu rakitan menuju dataran yang lebih tinggi untuk mengungsi. Karena hujan tak kunjung reda, Pendeta mulai panik. Ia kemudian berdo'a kepada Tuhan agar diberi pertolongan dengan menyudahi hujanNya. Tak lama setelah berdo'a, tiba-tiba ia melihat kilat dibarengi guntur setelahnya. Pendetapun yakin sepenuh jiwa dan teguh bahwa do'anya diijabah oleh Tuhan. Sepuluh menit berselang, seorang dewasa menggunakan sampan yang membawa beberapa barang berharganya menghampiri puncak menara gereja tersebut. Ia lalu menawarkan kepada pendeta untuk turut serta di atas sampan miliknya untuk mengungsi ke gunung. Akan tetapi pendeta menyarankan untuk mengambil dan menolong orang lain saja. Pendeta yakin bahwa Tuhan akan menolongnya. Orang tersebut kemudian pergi dengan sampannya. Se-jam kemudian orang itu kembali dan mengatakan bahwa ia tidak lagi melihat orang yang membutuhkan tumpangan di sekitarnya dan kembali menawarkan pendeta untuk naik ke sampannya. Pendeta kemudian berkata untuk memperhatikan dengan saksama, jangan sampai ada orang yang terjebak sama sepertinya di tempat lain. Orang tersebut pergi lagi kemudian memperhatikan sudut-sudut rumah di sekitar gereja. Se-jam kemudian ia kembali dan mengatakan kepada Pendeta bahwa ia sudah memperhatikan sudut-sudut rumah yang ada di sekitar gereja namun tak satupun melihat ada orang dan meminta pertolongan untuk mengungsi. Pendeta kemudian menyarankan kepada orang tersebut untuk mengelilingi kampung mencari orang yang membutuhkan bantuan untuk mengungsi. Orang tersebutpun pergi setelah mendengar perkataan Sang Pendeta. Dua hari berlalu, hujan tak juga reda, namun tidak lagi badai. Pendeta merasa lapar, haus dan kedinginan. Hari ke-tiga, pendeta tersebut mati karena penyakit maag kambuh, dehidrasi, dan hipotermia tanpa ada yang melihatnya. Di akhirat, ia kemudian mengeluh kepada Tuhan karena tidak menolongnya. Namun Tuhan berkata "Aku sudah mengirim bala bantuan sebanyak tiga kali tapi kamu menolaknya".
Mendengar anaknya selesai bercerita, Will Smith kemudian tertawa, anaknya tertawa kemudian.
###
Cerita di atas mengalami improfisasi dari potongan film "The Pursuit of Happiness" yang dibintangi oleh Will Smith dan anak kandnungnya sendiri. Film ini banyak bercerita tentang sebuah cita-cita tentang kebahagiaan di masa mendatang oleh karakter yang diperankan Will Smith yang bersungguh-sungguh, fokus, teguh pendirian. Tentunya berbeda dengan keteguhan Sang Pendeta yang ada dalam cerita di atas. :)
Saya merekomendasikan kepada teman-teman sekalian untuk menonton film tersebut.
Saya akan mengulas sedikit pemahaman yang dangkal saya tentang Teguh. Bahasa kerennya biasa disebut dengan Konsisten, yang biasa diplesetkan menjadi sound-system. Teguh biasa di sebut oleh orang muslim dengan Istiqomah. Nah, Istiqomah ini yang akan saya paparkan agak banyak (meski tetap dangkal).
“Katakanlah, saya beriman kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim)
Yang saya ketahui, Istiqomah lebih dari sekedar teguh, teguh di jalan Allah tepatnya. Hal ini yang bias berpotensi menjadi bias. Bukan pada wilayah kita teguh atau tidaknya, melainkan apakah kita teguh di jalanNya atau teguh di jalan selainNya.
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fusshilat/ 41 : 30).
Mungkin bersambung…..:)

0 comments:
Post a Comment
sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih