Surat terbuka untuk seseorang yang bertopeng PariShilton
Tak banyak, hanya ingin sedikit membalas sentilanmu padanya(ku), karena hanya sedikit resah tanpa gundah yang memaksamu untuk jera dan jengah. Ku harap kita menjadi dewasa dengan surat ini. Tidak seperti dua orang anak yang tidak me-lap ingusnya sebelum berebut 1 permen, karena memang dia jauh lebih indah dari jutaan permen yang pernah dibuat di dunia ini.
Semoga kau cukup mampu untuk membaca ungkapan terima kasihku padamu yang tersirat dari surat ini. Kau telah membangunkan seorang biasa sepertiku untuk bangkit menjadi seorang pencinta. Kau telah menambah keagunganNya dimataku dengan tidak berkata jujur dan sedikit melebih-lebihkannya yang membuatku untuk TAK AKAN berhenti men-set akalku untuk membuat kata-katamu menjadi kata jujur dan apa adanya. Kau semakin meyakinkanku untuk mengatakan dialah yang paling tepat menjadi peraduan semua hal yang paling indah se-jagad ini.
Tak ada kata yang mendusta, akupun tak menuduhmu berdusta dengan mengatakan bahwa dirinya adalah wanita Sholeha yang cantik. Mungkin saja kau memandang dia sebagai titisan istri-istri nabi dan khalifatan fill ardh sementara aku tidak melihatnya seperti itu. Ketika hal ini masuk dalam kriteria penilaian, maka malaikat akan berkata kaulah yang akan menjadi pemenangnya karena aku hanya memandangnya sebagai wanita dengan beberapa jerawat di wajahnya. Dalam sisi spiritual, dia adalah wanita yang mengambil air wudhu untuk mensucikan diri di akhir waktu shalat. Saat ini, aku melihatnya tak lebih dari itu, sungguh. Tapi satu hal, bahwa malaikat tak punya hati seperti dia. Malaikat dicipta untuk menjalankan perintahNya tanpa dikarunia hati.
Tapi jangan pernah mengukur kedalaman cintaku padanya karena kau akan tenggelam di se-per-delapan perjalananmu untuk mendapatkan dasarnya. Karena bagiku, dia akan menjadi wanita sederhana yang membangunkanku untuk melakukan apa saja yang menjadi kewajibanku menjalani hidup. Dia akan menjadi seorang Layla yang membuatku menjadi gila seperti Majnun yang tergila-gila melalui hari karena melihat ada rukh sempurna yang telah ditiupkan oleh padaNya. Dia yang suatu hari menjadi Fatimah Azzahra yang membasuh wajahku dari keringat karena melakukan hal kecil saja. Dialah di hari kemudian menjadi bidadari yang membawakanku secawan anggur di sejuknya surga. Dialah yang menyusun mimpiku membuat sebuah bahtera kecil berkeliling dunia sebisaku. Dialah yang membuat hariku yang sangat linear menjadi tak datar dan beraneka warna. Dia yang akan mengubah sedihku jadi senang, pahitku menjadi manis, sakitku menjadi sehat, lemahku menjadi kuat, benciku menjadi cinta dan beberapa dua perkara lainnya.
Jika dibanding-bandingkan, aku hanya seekor kumbang yang tengah terbang mendekati sekuntum bunga. Kemudian ada kau yang datang sebagai seorang manusia yang memetik bunga itu. Ketahuilah bahwa aku akan membuat madu termanis dari sari bunga dan menyemai biji-biji bunga itu yang akan membuat taman yang indah. Cukuplah kau menjadi penikmat taman itu bersama orang-orang terdekatmu tanpa memetik bunga yang ada.
Yang jelas, keledaipun tidak akan tertidur pulas di atas lumpur sementara seekor Harimau datang untuk mengambil sesuatu yang disayanginya. Dan aku adalah ZAM yang InsyaAllah lebih dari sekedar Keledai itu. Maafku telah membuatmu menyesal telah terlahir di saat seorang biasa seperti ZAM tengah terbangun, SAAT INI.
Tems. Wassalam…
0 comments:
Post a Comment
sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih