Mereka Menyapa Saya dengan "dr. Andi (Dokter Andi)"
INI cobaan baru lagi. Mereka mengira saya seorang dokter. Mereka adalah beberapa orang (banyak) anggota salah-satu komunitas menulis online yang belakangan ini saya ikuti. Karena di pikiran mereka kalau saya ini seorang dokter, jadilah saya kebanjiran chat di jaringan pribadi (Japri) saya.
Begini cerita:
Begini cerita:
Setelah pembagian kelompok kecil untuk memudahkan koordinasi dari Penanggung-jawab serta memudahkan pengumpulan tugas, kami di arahkan menuju kelas besar untuk mengikuti kelas perdana. Sebelum kelas perdana dimulai, peserta kemudian memperkenalkan diri satu-persatu dan saling berkenalan. "Nama saya 'Anu', Saya berasal dari 'Sini' dan saya bekerja sebagai 'Anu' ". Beberapa di antaranya mulai berdialog dan tidak mempedulikan bergantian lain yang memperkenalkan diri.
Lalu muncullah saya dengan biasa-biasa saja, "Saya ZAM dan bukan siapa-siapa". Datar. Beberapa orang kemudian menyapa "Halo ZAM, Salam kenal yah!". Dengan datar lagi saya balik menyapa, "Iya, salam kenal juga".
Lama saya perhatikan, tidak sedikit orang yang berasal dari Makassar. Nah, dari situlah muncul ide bodoh saya dengan bertanya "Di sini, ada yang dari Fakultas Kedokteran Unhas?" Harapan saya saat itu, saya ingin berkenalan (jika memang benar ada) dengan mahasiswi (Mahasiswa tidak, No Way!) fakultas Kedokteran Unhas.
Pertanyaan saya tersebut membuat salah seorang menjadi salah kaprah. Namanya Martin, yang karena terlalu eksisnya di kelas, diangkat menjadi ketua kelas besar beberapa hari yang lalu.
Lalu muncullah saya dengan biasa-biasa saja, "Saya ZAM dan bukan siapa-siapa". Datar. Beberapa orang kemudian menyapa "Halo ZAM, Salam kenal yah!". Dengan datar lagi saya balik menyapa, "Iya, salam kenal juga".
Lama saya perhatikan, tidak sedikit orang yang berasal dari Makassar. Nah, dari situlah muncul ide bodoh saya dengan bertanya "Di sini, ada yang dari Fakultas Kedokteran Unhas?" Harapan saya saat itu, saya ingin berkenalan (jika memang benar ada) dengan mahasiswi (Mahasiswa tidak, No Way!) fakultas Kedokteran Unhas.
Pertanyaan saya tersebut membuat salah seorang menjadi salah kaprah. Namanya Martin, yang karena terlalu eksisnya di kelas, diangkat menjadi ketua kelas besar beberapa hari yang lalu.
"Wow... ada yang dari fakultas kedokteran juga rupanya".
"Sekarang semester berapa Mas Andi?" Tanya Martin yang ternyata melihat papan nama saya (Zulkifli Andi Mandasini). Saya jawab dong "Udah Selesai". Sontakpun membuat Martin bersorak kembali "Wah... Hebat. Di kelas komunitas menulis ini ada juga seorang dokter."
Saat itu saya tidak mengklarifikasi pernyataan Martin yang prematur premium Aftur (Salah-satu kesalahan berpikir juga ini. Ini kesalahan berpikir yang ke-delapan. Baru!). Karena saya tidak ingin membuat Martin menjadi malu dan berpotensi meninggalkan kelas dan tak muncul-muncul lagi karena malu.
Tidak berselang lama, bejibunan cewek, Ibu-ibu, dan Tante-tante men-japri saya dan mengajak berkenalan. Beberapa di antaranya berkenalan dengan standar. Ada juga yang menanyakan lebih jauh seperti menanyakan umur saya, status pernikahan saya, dan lain-lain.
Saat itu saya tidak mengklarifikasi pernyataan Martin yang prematur premium Aftur (Salah-satu kesalahan berpikir juga ini. Ini kesalahan berpikir yang ke-delapan. Baru!). Karena saya tidak ingin membuat Martin menjadi malu dan berpotensi meninggalkan kelas dan tak muncul-muncul lagi karena malu.
Tidak berselang lama, bejibunan cewek, Ibu-ibu, dan Tante-tante men-japri saya dan mengajak berkenalan. Beberapa di antaranya berkenalan dengan standar. Ada juga yang menanyakan lebih jauh seperti menanyakan umur saya, status pernikahan saya, dan lain-lain.
Nah yang membuat saya menjadi risih, banyak juga yang minta lain-lain; "dr. Andi, Suntik saya donk!".
Ada juga yang ganas "Dokter, saya sesak nafas nieh. Boleh donk dada saya dipompa, dikasih nafas buatan juga boleh."
"Dokter, tolong! Jantungku berdetak kencang seperti genderang mau perang". Ini Baladewa.
"Dokter, please! Aku tersesat dalam lautan luka dalam. Yang ini Butiran Debu.
Ini Ratu Gombal, "Dokter, bawa aku ke ruang ICU, I Cinta U!"
Terus ada yang lebih sadis, "Dokter Andi, aku agak gemukan deh. Dokter, apa iya bener berciuman bisa membakar kalori 4 kali lebih banyak dari lari 3 kilometer? Dokter pilih mana, nyium aku atau nemenenin aku lari 12 kilometer?"
Saya menelan liur lalu berkata dalam hati "Martin, semua ini salahmu!
"Dokter, tolong! Jantungku berdetak kencang seperti genderang mau perang". Ini Baladewa.
"Dokter, please! Aku tersesat dalam lautan luka dalam. Yang ini Butiran Debu.
Ini Ratu Gombal, "Dokter, bawa aku ke ruang ICU, I Cinta U!"
Terus ada yang lebih sadis, "Dokter Andi, aku agak gemukan deh. Dokter, apa iya bener berciuman bisa membakar kalori 4 kali lebih banyak dari lari 3 kilometer? Dokter pilih mana, nyium aku atau nemenenin aku lari 12 kilometer?"
Saya menelan liur lalu berkata dalam hati "Martin, semua ini salahmu!
Makassar, 3 Juni 2016

0 comments:
Post a Comment
sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih