Breaking News
Loading...
Monday, 18 July 2011

Andai Aku Naik Mobil Premium, Akankah Engkau Ada untukku?

Pembahasan ini di luar dari pasangan yang berpacaran sejak SMA atau minimal yang berkuliah di semester awal. Kenapa? Hal ini rentan dengan keterjebakan  cinta monyet, pencucian otak atau intimidasi hati, kenakalan remaja, DHLL (Dan Hal-hal Labil Lainnya). 

Kakak kandung saya pernah mengatakan pada saya "Pada umumnya wanita itu realistis de', mereka mengusahakan agar mendapatkan pria mapan agar terpenuhi kebutuhan ekonominya". Hal ini juga dibenarkan oleh salah-satu sahabat saya yang baru saja ditinggalkan oleh wanita yang dicintainya karena ada pria lain (yang kemungkinan besar secara materil jauh melebihi sahabat saya ini).

Agar tidak bias, saya akan menguraikan dengan singkat mengapa kakak saya sampai mengeluarkan statement di atas. Sekitar se-tahun lebih  yang lalu, orang tua saya merasa risau pada kakak saya yang sudah 26 tahun karena ulahnya yang "sinis" pada "tamu-tamu" yang datang bersilaturrahmi dan "sebagainya". Mengetahui kerisauan orang tua saya, saya  mencoba memanas-manasi kakak saya dengan mengatakan "Kalau belum mau nikah, saya saja yang duluan". Akan tetapi yang dikatakan kakak saya setelah mendengarnya "Kamu ini kolot, kampungan. Kamu ini laki-laki dan masih muda (masih mahasiswa juga_penulis red.), eeehhh...sudah pikir menikah". Saya tidak ciut saja dengan pernyataannya. Saya selalu mengeluarkan argument-argument masuk akal yang pada akhirmya kakak saya mengeluarkan statement di atas.
***
Sejujurnya saya terinspirasi pada buku fiksi-romantis yang berjudul "Andai Aku Jalan Kaki, Masihkah Engkau Ada untukku?" Karya Eko Mulyadi. Yang ceritanya sangat menggelitik dan punya makna yang dalam (seperti kata salah seorang guru saya saat mengomentari tulisan saya. Prok...prok...prokk....) di mana seorang laki-laki kaya, tampan, keren, pintar menanyakan kan hal itu pada kekasihnya setelah mengatakan "Aku ‘kan selalu ada untukmu, Sayang, aku nggak bisa hidup tanpamu..."


Saya pribadi belum pernah melakukan survey kecil-kecilan tentang wanita dan sisi materialismenya. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi dan teman-teman yang saya perhatikan, memang masuk akal apa yang dikatakan kakak saya tersebut. Wanita "bodoh" mana yang tak ingin mendapatkan pria kaya? Yang bisa mengantarnya ke mana-mana dengan mobil Premium mewah, yang bisa mengajaknya ke luar negeri seperti Belanda, Paris, Roma, Teheran dan Arab Saudi, yang bau parfumnya bukan parfum isi ulang atau bahkan bau keringat melainkan Bvlgari,Chanel, Joy, dan Hugo.

Artinya Matre donk? Jawab : So...?? Apa memang di Indonesia ada yang mau pasang badan untuk para kapitalis? Kalaupun ada, apa mereka akan tetap konsisten suatu saat nanti? Sudahlah, gaya makan sampai tidur kita sudah terbalutkan oleh produk kapitalis. Kita hany perlu memperbaiki pola pikir dan moral berpikir kita. Karena puisi Karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul Aku ingin...udah ngga' gehol lagi. Yang ada, "Elo....gue....end", Andre Taulani.

Untuk sahabat saya yang mungkin sedang mabuk malam ini, ada satu frase untuk mu, "MAKANYA, KAYA KO COWOK!!!" Hahahaha....

Lampiran Puisi: Aku Ingin
By : Sapardi Djoko Damono


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..

Cat. : Pertama kali mendengar Puisi ini dari Kanda Andi Tenri Ajeng, Fak. Ekonomi UH 99 Pada awal tahun 2005

0 comments:

Post a Comment

sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih