Mari, Lebih dekat dengan “Bang Jul”!
Dua hari yang lalu (30 April 2011), saya saling berkirim SMS dengan seorang sahabat saya yang ada di Bekasi. Di awal persahabatan saya, saya dikenalnya dengan panggilan Kifli. Tapi entah di akhir sms-nya, dia lebih memilih untuk menulis “Thank’s Bang Jul” ketimbang “Thank’s Kifli”. Membaca SMS standard itu, sungguh membuat saya sedikit tergelitik. Yah, mungkin tahun ini “Bang Jul” menjadi pemenang kategori The Most Popular Nickname of The Year yang mengalahkan ZAM (Zulkifli Andi Mandasini) di tahun sebelumnya [alasan to the ko=alasangko].
“Jul”, demikian bapak yang terhormat dan sangat saya cintai Ir. Nandi K. Sukendar, M.AppSc. melafalkan “Zul” untuk menyebut nama saya. Kalau saya tidak salah ingat, beliau adalah dosen pembimbing tugas akhir saya. Beliau orang Sunda, tepatnya di Tasikmalaya Jawa Barat (kalau yang ini saya ingat waktu beliau banyak bercerita tentang kampung halaman beliau sewaktu mengajarkan saya makan Petai di Malino tahun 2009 lalu). Saya sendiri kurang tahu persis, apa memang orang di daerah tersebut melafalkan huruf “Z” dengan huruf “J”, atau cuma mayoritas saja? Yang pasti, saya memang sering mendengar orang Bandung dan sekitarnya melafalkan Z dengan J pada saat berkomunikasi. Owh iya, asal tahu saja, Jamrud (mungkin memplesetkan kata_Zamrud) itu adalah grup band yang berasal dari Cimahi, Jawa Barat [sot to the ta’=Sotta’].
Setiap kali selesai menghadap untuk asistensi Skripsi saya, saya sering men-contoh-kan hal-hal yang berkesan dari perkataan beliau kepada teman-teman saya (cara beliau menyebut Zul dengan “Jul”, termasuk berkesan). Nah, dari situlah teman-teman dekat saya biasa memanggil saya dengan sebutan “Juuul” kalau mencela dan mengejek saya. Awalnya, saya kurang sreek dengan panggilan itu, tapi saya berpikir kalau orang yang sering saya panggil dengan sebutan “La Buntu”, toh saya asyik-asyik saja dipanggilnya dengan sebutan “La Bodok” (orang bodoh) [ngek to the prettt = ngepreeetttt…].
Aso’, seorang adik angkatan saya yang cukup tampan karena mirip dengan Tom Cruise (selain bibirnya) yang pertama memanggil saya dengan sebutan “Bang Jul”. Entahlah dia mengadopsi istilah dari mana, tapi kemungkinan besar beberapa frase di atas cukup menjadi alasan yang masuk akal baginya memanggil saya dengan sebutan itu. Sebelumnya saya kurang menggubris “panggilan” itu. Tapi sepertinya Aso’ telah mengiklankan nama saya di media cetak maupun media elektronik sampai-sampai banyak di antara teman-teman saya pun ikut memanggil saya dengan sebutan “Bang Jul”.
Di waktu yang sama, akun FB saya (Zulkifli Andi Mandasini/ZAM) dihack. Tak ada cara lain untuk tetap berkomunikasi dengan teman-teman saya yang jauh di sana dengan membuat akun baru sambil menunggu team official Facebook mengembalikan akun saya yang telah diretas. Awalnya saya berpikir kalau akun saya akan kembali dalam satu bulan makanya saya menamai akun saya dengan ZAM TREMP ORARY (memplesetkan ZAM Temporary). Di satu bulan itu, saya tidak merasa nyaman dengan nama tersebut karena teman-teman saya selalu menyingkatnya menjadi “ZTO”, karena sedangkal pemahaman saya, ZTO itu adalah salah satu brand/merk Handphone China (temannya ZTE, ST21, MITO, DLL).
Sialnya, setelah se-bulan berlalu akun saya belum juga bisa dikembalikan oleh tim fesbuk. Makanya saya menginisiasi untuk mengganti nama akun saya menjadi “Zulkifli Andi Mandasini” kembali dengan tidak lagi berharap lebih pada akun saya sebelumnya. Tapi ternyata, setelah saya pelajari dunia peretasan akun FB, ternyata Tim official Facebook kesulitan untuk mengembalikan akun saya karena ada dua nama “Zulkifli Andi Mandasini”.
Actually, I don’t Care about that before. Tapi lama kelamaan saya kembali merasa rindu dengan akun lama saya tersebut (pesan/inbox-nya yang paling membuat rindu). Makanya saya mencoba mencari nama baru untuk akun baru saya yang semakin boom-ing saja [le to the bay =Letoy]. Meskipun akun lama saya belum bisa dipastikan akan kembali, hal ini menjadi syarat untuk mengembalikannya. Untuk mengganti nama tersebut, saya membutuhkan waktu kurang lebih se-bulan untuk mendapatkan nama yang tepat. Tapi saya tidak sampai mengarungi samudera terdalam dan mendaki gunung tertinggi untuk mendapatkan nama yang pas.
“Bang Jul Kifli” (yang sebelumnya ingin kunamai dengan “Bang Jul-nya Aso’” tapi tim Terotomasi Fesbuk menolaknya) akhirnya direalisasikan dengan Soft-Launching. Begitu “Soft”-nya sampai tak satu pun orang selain saya yang menghadiri acara tersebut.
Saat ini akun lama saya sudah kembali. Saya agak gimanaaaa gitu punya dua akun Fesbuk. Tapi kalau salah satunya harus dihapus, sayapun merasa segan. Historis ZAM dan BJK itu lahir dengan filosofis yang berbeda. Belum lagi teman masing-masing yang berbeda. Tapi kalau tentang ekspresi, dengan senang hati saya meng-eksiskan kedua-duanya, karena kedua-duanya beda ekspresinya.
***###***
Akhir kata, meskipun tulisan ini tidak ada hubungannya dengan Hari Pendidikan Nasional, saya ingin menyerukan teman-teman untuk menolak PP No.66 dan segala jenis peraturan perundang-undangan yang menggunakan Topeng BHP. Hentikan Politisasi pendidikan yang berujung pada industrialisasi pendidikan. Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat, Hidup Pendidikan Indonesia.
Makassar, 2 Mei 2011
mw interviuw perusahaan yah bang???
ReplyDeleteSu'udzon!! :p
ReplyDelete