Kandang KELINCI (Kosong Empat menjaLIN CInta)
“Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh...
tak cukup lama menunggu lama menunggu waktu yang tepat untuk menulis hal di kandang. Tak cukup banyak kata yang ingin ku katakan tapi tak secukup waktu dan tak secukup banyak itu.
Aku rindu, kata itulah yang membuatku tak mencukupkan semuanya. Meski tanganku begitu kaku mengetik, lidahku sudah begitu kering, akalku menjadi lesuh seperti keledai yang tertidur lesu di atas lumpur.
Begitu gampangnya aku bilang "aku bisa hidup tanpa kandang" tapi ketika kegampangan itu kulalui, kata-kata itu hancur berkeping-keping tak mampu menyatu. Dan ketika kandang kudatangi, kata-kata itupun hilang dan tersipu malu menjauh dariku.
I Love My Kandang n All my Brother and Sister.
Bagiku Kandang adalah kekuatan, yang mampu mengubah sedih menjadi senang, sakit menjadi sehat, Benci menjadi Suka, Iblis menjadi malaikat, Pahit menjadi Manis, dan Neraka Menjadi surga.”
Potongan paragraf di atas adalah beberapa kalimat yang kuposting saat pertama kali masuk di Kandang KEBO’ (Kosong Empat Bo’) yang merupakan Kandang kelima. Bagi saya Kandang adalah jejaring pesan Facebook ke 21 orang teman angkatan saya yang jika 1 orang menulis pesan maka akan dapat dibaca oleh 20 orang lainnya, sehingga bentuk komunikasinya sangat interaktif. Berbagai postingan seperti Info sekitar kami, Tekpert Unhas, dunia kerja, sampai celaan dan lawakan menyatu dengan alami yang membuat kami tidak tenang kalau sehari saja tidak update di kandang (minimal nyimak).
SEJARAH KANDANG
Pada awalnya, Pesan interaktif tersebut bukan bernama Kandang, tapi hanya “pesan kebanyak” dengan judul “Mengapa Ayam Menyeberang Jalan?” yang dibuat oleh Saudari Munira Burhanuddin kepada 16 orang teman yang aktif membuka akun Facebook pada tanggal 12 Oktober 2009.
Tak cukup “ta’bongkar***, Threat Pesan diganti menjadi “Mengapa Ayam Menyeberang Jalan II?” Ditambah beberapa teman yang aktif sampai 21 orang (maksimalnya). Nah, dari Kandang inilah pesan mengalir sampai kita menyebut pesan interaktif in sebagai “Kandang”.
Kandang Sudah beberapa kali berganti nama. Mulai dari Kandang Ayam I,II,III, Kandang TOKKE (TeknOKrat Kosong Empat), Kandang KEBO’' (Kosong Empat BO’) dan Saat ini Menjadi Kandang KELINCI (Kosong Empat menjaLIN CInta). Cape’…Lain kali baru dilanjutkan!
*** Pintu Kandang menjadi 4 bagian karena sudah melebihi seribu postingan pesan.
0 comments:
Post a Comment
sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih