Breaking News
Loading...
Wednesday, 30 June 2010

yuu’ yank

Belum cukup sekali bumi berevolusi pada matahari,
seperti sudah mengenalmu seabad ditambah beberapa hari.
Beban bertitik berat di dada kanan menyesakkan memekarkan gelisah.
Senang menyiramnya bertumbuh kuak rona
sakiti tepian hati oleh pangkal yang runcing
Sampai pupilku tak sanggup bersenggama dengan pembaringan
tanpa bentuk berwarna tak ber-ruang di megahku.  

Pada kaki yang hendak melangkah menapak
seiring terbit terbenamnya juta warna yang buatku kaya,
tak ingin berpaling dan memanjangkan ruang kosong antara
Maju selangkah tak ingin mundur sejengkal.
Kau datang dan pergi lalu datang dan pergi lagi
Sampai darahku mengalir bergelombang kadang berhenti
mengalir lagi setelah ku bersujud dan kuteriakkan namamu
meskipun demikan kupastikan kau tak melihat pancarnya
karena bukan itu yang ingin kupersembahkan.
Ini relaksasi untuk bisa tetap menghelakkan nafas di akhir jalan.

0 comments:

Post a Comment

sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih