Alasan Syuting AADC2 dibuat Yogyakarta
"Terminal dan Puuwatu
Memisahkan Poondidahaa dan Andunouhu."
Memisahkan Poondidahaa dan Andunouhu."
Demikian potongan puisi Rangga dalam AADC2 jika latar ceritanya berada di Kendari. Sayangnya Mira Lesmana terlalu java-centris. Berbeda halnya dengan Riri Riza yang tercatat pernah sukses me-mobilisasi wisatawan ke Belitung lewat Laskar Pelangi.
Sementara giliran Kendari, kapan? Kalau adegan di 'menara burung-burung' itu dapat digantikan oleh Menara MTQ? Saat adegan di warung kopi bisa mengambil set di Kopi Kita (KopKit), kita semua tahu pesona Wakatobi jauh lebih indah dari sekedar Pantai Parangkusumo. Beli oleh-oleh untuk Trian, ke Baypass saja membeli Kacang Mete.
"Cinta, ko bilang pi kasihan! Waktu ko loncati sa di Mandonga itu tidak ada artinya", seru Rangga saat bertemu Cinta di Jakarta.
"Maaf Rangga beh! Sa Khilap de ela". Jawab Cinta.
"Cut!" tiba-tiba Riri Riza memotong di sela pengambilan video lalu kembali berkata "Mungkin memang lebih baik jika Film ini berlatar di Jogja".
Mira Lesmana menggeleng-geleng
Mira Lesmana menggeleng-geleng
0 comments:
Post a Comment
sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih