Otak-ku, Organ Sosial
Betapa tidak kontekstual
kondisi saat ini, Saya sedang berada di Rusia untuk pertama kalinya.
Baru berkisar satu minggu saya mengeluarkan otak saya dari freezer
dengan suhu -18 derajat Celcius. Mengambilnya, darah di telapak tangan
saya seperti ikut membeku. Padahal hanya beberapa detik saja. Hidung
saya banyak mengeluarkan lendir bening. Akh, saya tidak sedang ingin
membahas tentang hidung dan tangan. Saya mau fokus pada otak saja, yah
otak saya saja. Bagaimana dengan darah? Ohh, iya Otak saya dan darah
saya juga sedikit nantinya.
Saya ingin memanaskan otak saya. Saya
korek kantong untuk mencari korek api, tidak menggunakan yang di atas.
Hmmm, saya menggunakan alat bantu penjepit. Untuk menjepit saya
menggunakan gigi (syukurlah). Dan saya tidak terlalu bodoh untuk
memantik korek api dengan menggunakan kaki. Kaki dan gigi. Penjepit saya
lepas dulu tentunya. Melepasnya, tidak menggunakan kaki. Korek api
susah menyala. Jelas, karena memantiknya menggunakan kaki dan gigi. Saya
sempat berpikir untuk menggunakan yang di atas, tapi saya harus belajar
konsisten. Dan harus dimulai dari sini, sekarang. Tapi kalau begini,
kapan otak saya mulai saya panaskan? Tunggu sampai musim panas? Saya
tidak bisa jawab, otak saya sedang membeku. Aduuuuuhh.......
Sumber Gambar : anthonieyahya.blogspot.com
Sumber Gambar : anthonieyahya.blogspot.com

0 comments:
Post a Comment
sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih