Kau Bukan Musdalifah
Lalu siapa
namamu, hey wanita tangguh? Yang mampu merobohkan bangunan mimpiku bersama wanita lain dalam
sekejap sampai saat ini. Yang kuat menarik akal dan panca-inderaku berpaling ke
arahmu dan melupakan yang lain. Yang lincah mengalihkan perhatianku pada banyak
orang yang punya perhatian padaku. Yang lincah menyelipkan diri di hati
terdangkalku kemudian menyelinap tak berbayang sampai di hati terdalamku.
Lalu dari
langit mana kau, hey bidadari cantik? Yang dengan pandangan matamu membuat
tulang belakangku horisontal berkeping tak beraturan. Lidahku menjadi sangat
kecut takut berkata-kata. Lututku bergetar tidak kepalang. Akal dan hati ku
berlomba, berakselerasi tak saling beriring seperti tidak sedang berada pada
tubuh yang sama.
Lalu bagaimana
aku membagikan sebagian keluh ku pada mu, hey wanita misterius? Yang sampai
saat ini kau masih ku kenal dengan makhluk indah yang nyata. Ada yang tak bisa
ku sentuh, tak ada tapi menyambutku
dengan senyum paling indang di alam
ideku.
Untuk seseorang yang KATANYA bernama NANA.
Ditulis di Polman pada tanggal 240512
asiiiiiiiiiikk... ade' nana kah? hahahahaa
ReplyDelete