Puisi : Kucing Kesayanganku
Puisi : Kucing Kesayanganku
oleh Bang Je Ka pada 22 Agustus 2011 jam 3:38
Tak ada lebam yang jadi tanda
tak ada pucat buat ku sangka.
Tak ada tulang lunglai patah
tak ada tengkorak retak lemah.
Saat kau ada buatku kaya
sampai mereka terpandang hina.
Dunia ku tak pernah gelap
malam ku siang kau sulap.
Hadirmu tak ku rekayasa
Pergimu tak ada rencana.
Mimpiku terbang entah kemana
Bawa angan yang tak terkira.
Ingatan ini kembali dulu
mengulang kisah kita dahulu
Bercerita antar kalbu,
Kucing kesayanganku.
Maaf, aku masih bodoh dalam membaca tanda, sampai aku tak tahu salahku di mana. Aku ingin ini yang terakhir, sebelum aku benar-benar tak tahu. Bahwa kau pernah benar-benar ada. Untuk Merry (kucing kesayanganku) yang di Potas pada tanggal 9 Juni 2011.
tak ada pucat buat ku sangka.
Tak ada tulang lunglai patah
tak ada tengkorak retak lemah.
Saat kau ada buatku kaya
sampai mereka terpandang hina.
Dunia ku tak pernah gelap
malam ku siang kau sulap.
Hadirmu tak ku rekayasa
Pergimu tak ada rencana.
Mimpiku terbang entah kemana
Bawa angan yang tak terkira.
Ingatan ini kembali dulu
mengulang kisah kita dahulu
Bercerita antar kalbu,
Kucing kesayanganku.
Maaf, aku masih bodoh dalam membaca tanda, sampai aku tak tahu salahku di mana. Aku ingin ini yang terakhir, sebelum aku benar-benar tak tahu. Bahwa kau pernah benar-benar ada. Untuk Merry (kucing kesayanganku) yang di Potas pada tanggal 9 Juni 2011.
0 comments:
Post a Comment
sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih