Breaking News
Loading...
Monday, 4 October 2010

Mereka Juga Punya Hak untuk Mangngodo'

Kalau sedang mual (ini bahasa saya untuk demikian bila GELISAH), selain di blog, di sinilah saya membuang muntah saya agar kepala saya tidak pusing memikirkan suatu hal yang membuat penat. Kalau kata pengamat fiksi, hasil tulisan seseorang adalah sesuatu yang telah dilalui beberapa waktu sebelum menulis. Nah, silakan menyimpulkan sendiri. Apakah saya merupakan penulis fiksi atau bukan, atau pengamat itu over generalis dalam argumentnya. Atau bisa saja saya seorang penulis fiksi yang aneh, di luar dari batas wajar seorang penulis.

Penat malam ini lagi-lagi dari dinding FB seorang wanita. Bagi teman dekat saya, pasti mereka tahu wanita yang saya maksud. Termasuk wanita itu. Wanita itu tahu, kalau wanita yang saya maksud dalam tulisan ini adalah dirinya bukanlah dari hasil menebak, bukan juga menimbang-nimbang melainkan dari hati. Ada seorang sufi yang mengutip kata seorang filsuf "Kalau kita mencintai seseorang, maka ada potensi diapun mencintai kita. Tinggal kita mengolah potensi itu menjadi aktual atau bahkan menjadi benci".

Penat, kemudian menjadi kegundahan. Kata-kata tersebut, seakan ber-rahim tanya : Bagaimana kalau yang mencintainya 2 orang atau lebih?

TidurmiQ! Lebih tenang ku rasa kalo' sekarang, lebih banyak waktuta' di alam bawah sadar dari pada di alam sadar ta'. Karena akan lebih banyak waktunya orang untuk godaQ. Baru saya tidak bisa bikin apa-apa kalo' dikasi' begitumiQ. Beginimi kalo' Syariat, adat, mau dikasi' sinkron sama konteks. Berat memang. Kalo' dalam agama bilang tidak boleh pacaran, mengkhitbahji (meminang) boleh. Dalam adat, ada pi mahar baru bisa melamar. Tidak ada jalan lain untuk bekerja sama buka ruang untuk mereka, karena mereka juga punya hak untuk mangngodo'.

 

 

Terlalu Lama Kita Hidup Menjadi Bayang-bayang

Bagi Satu Sama Lain

Biarkan aku Mendekati Kalian Dengan Perlahan

Sampai Pagi Terbit Bagi Kita Bersama

Tak Ada Lagi Bayangan

Kita Lebur Dalam Kenyataan

Tak Perlu Kau Bangun Dari Tidurmu

Tak Usah Bersuara Menyambutku

ku Cukup Bahagia Berada Di Sini

Di Sisimu Memandangmu

Tanpa Perlu Kau Tahu

Sekian Lama Sudah Kita Tak Berjumpa

Tiada Terbilang Lagi Rindu Ini

Dalam Haruku Membisu

Oh TidurTenang

Oh TidurSayangTidur

Malam ini Kucukupkan Hanya Menatapimu

Malam ini Kuputuskan Untuk Jaga Tidurmu

Jika Nanti Semua ini Berlalu

Jika ku Tak Lagi Jauh Darimu

aku Kan Temani Engkau Selalu

PagiSiangSoreMalam

Kapan Pun Engkau Mau

aku Kan Ada Saat Matamu Membuka

Mendekap Engkau Seolah Tiada EsokLusa

Tiada Pergi Jauh Lagi Dari Engkau

Tiada MalamTiada Pagi

Tanpa Hangat Jemarimu

Oh TidurSayang Tidur

Dee, Tidur Rectoverso

Zulkifli Andi Mandasini pada 04 Oktober 2010 jam 17:26

0 comments:

Post a Comment

sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih