Surat Untuk Nana
Untuk tetesan embun Pagi sempurna di hati terdalammu yang sejuk mengaliri sisi aliran darah ke seluruh tubuh mu yang sempurna pula.
Beberapa hari ini, di setiap renunganku…kau menjadi pompa jantung untuk aliran darah ke akalku di awal tidurku. Mungkin karena beberapa hari yang lalu, kau sedikit memberi kesan manis di sore cerahku, dengan sedikit Canda dan Nostalgia serta romantisme jalan pelik yang kita lalui saat itu. Sore itu, Sungguh, betapa bahagiaku mengenang masa saat aku mencoba mendekatimu begitupun kau. Dan kupikir, di sore itulah waktu dan ruang yang paling kuanggap lapang untuk membicarakan semua tentang kita.
Aku ingin berterima Kasih telah menjadi pengatur waktu saat-saat tersulitku untuk bangun dan berdiri di sebuah padang masalah dan melalui hidup dengan masalah yang terberat saat itu. Kau tak tahu karena memang aku tak pernah membuka diri untuk membahas itu.
Maafku pernah membuatmu terisak, itu karena aku cemburu dan itulah bukti padamu. Bahwa beberapa laki-laki punya sisi negatif itu yang tinggi. Untuk ini, maaf telah mengingatkan hal ini. NAmun aku yakin senyum mu yang kemarin tak mampu membuat air matamu jatuh karena sedih.
Dariku, yang tak lagi mencintaimu sekarang dan selanjutnya.
0 comments:
Post a Comment
sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih