Restu Bumi
Hentikan negatif thingkingmu! Jangan mendiskreditkan saya yang tak sengaja mendapatkan matahari yang terbit berbeda. Saya hanya dikaruniai mata untuk memandangnya meskipun sebelumnya ada prosesi bertekuk lutut untuk memohon kepadaNya. Seharusnya kau luruskan pikiranmu dan melangkah dengan bijak bersama hati jernih bahwa yang ku rasa adalah sebuah fitrah. Bukanlah masalah bukan juga ilham, karena sayapun sepertimu. Makhluk yang sengaja dicipta karena janji hanya meminta kepadaNya.
Jika kau menganggap ini menjadi cambuk, maka biarkan cambuk itu memerahkan tubuhmu. Karena gumpalan darah itu adalah milikNya jua. Saya tak seharusNya meminta maaf padamu, tapi bersyukur padaNya. Rasa ini memang terkadang membahagiakan, terkadang juga menyayati. Dan asal kamu tahu, saya lebih baik tercambuk dari merasakan hidup berombang seperti ini. Tapi sekali lagi, ini dariNya.
Aku sebenarnya mempertanyakan ketertundukanmu. Yang akhir-akhir ini menjalani tapakan terbit matahari dan tidak peduli pada halo bulan lagi di malam hari karena kecongkakanmu. Dan ini bukanlah sebuah ajaran ibumu tapi ego yang sedang menguak mengelilingi super ego yang begitu bijak memberimu nafas, kekuatan menyuap, dan menikmati angin untuk berbaring serta pulas menjajaki mimpi indah dan mimpi burukmu.
Sumpah hal ini dibenciNya, tidak direstui oleh bumi dan semua yang sedang bertasbih kepadaNya. Harapku agar ada lingkaran di perjalananmu dan membuatmu berbalik dan kembali di sini dan akan kutuntun kau sampai pada cahaya yang jauh lebih terang dari gelap yang kau susuri dengan hati kalut dan tak berpandang itu.
Atas nama bumi, akan kutuluskan niat ini, sebagai bukti kecintaanku padaNya. Dan ini adalah kodratku untuk menjagamu. Maka bumi bersujud sebagai restu atas kekhalifaanku padanya, sebagaimana yang Dia inginkan pada makhlukNya yang mencinta.
0 comments:
Post a Comment
sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih