Breaking News
Loading...
Sunday, 6 June 2010

“Balapan Liar” yang ku-resah-kan

Semalam (6 Juni 2010) Pukul 01.00 Wita, kuputuskan untuk pulang ke rumah karena sudah puas dengan tampilan blog ku yang sudah ku utak-atik. Seperti biasa, ku periksa tangki bensin motor, dan memang ternyata harus diisi. Sebelum berangkat, aku bertanya pada beberapa teman yang masih terjaga. Aku bertanya, selain pintu 0, pintu apa yang masih terbuka? Dan beberapa temanku berkata bahwa pintu 1 masih terbuka. Aku mengucapkan "terima kasih" lalu berangkat.

Sesampaiku di danau, kupikir bahwa akan sangat sulit untuk menyeberang ke Pom Bensin, karena pembalap masih ramai. Ehh, ternyata pintu 1 tertutup, tapi aku tidak menyalahkan temanku karena bisa saja pintu ini baru di tutup. Begitu ramainya, aku tidak bisa melihat pom bensin yang ada di seberang karena terhalang dengan orang yang sedang berkumpul menonton balapan liar. Ohh, bagi teman-teman yang belum tahu, Pintu 1 Unhas adalah tempat favorit para "aktualisator balapan liar". Ini akan kita bahas lebih lanjut.

Belum memarkir motor,  tepat di depan pos satpam yang ada di pintu 1 Unhas, dan bertanya pada satpam "di bukaji nanti ini pintu pak?" Sambil menunduk tanda sopan. "Selesaipi balapan di luar". Jawab Pak Satpam. Aku turun dari motor dan memarkirnya. Aku berpikir, kalau aku memutar ke pintu 2, mungkin aku sudah tidak sampai di Pom Bensin. Maka sebaiknya aku ikut menonton "olahraga" Sensasional itu. Benar-benar ramai, dan begitu riuhnya bunyi knalpot dan gesekan ban dengan aspal.

 balapan liar coy

Wah, sungguh begitu banyak penyaksinya. Dan banyak di antaranya mahasiswi juga. Dari sini, aku menyimpulkan sesuatu. Aku pernah lewat tengah malam di veteran dan Urip Sumiharjo dekat2 sekitar 2 minggu yang lalu, Jamnya dan malam minggunya juga sama. Tapi tidak seramai ini (penontonnya) begitu juga pembalapnya. Dan sedangkal pemahaman saya, Aktualisator akan berhasil ketika banyak orang yang memperhatikannya.

Saya sempat berdiskusi dengan seorang senior saya di ukm fotografi unhas, kalau sudah banyak dari pembalap liar itu yang kecelakaan dan cacat fisik, bahkan ada yang tewas seketika. Ada juga yang sehat kembali dan kembali lagi balapan seperti itu. "Bodoh memang", kata senior saya yang merupakan kameramen Trans TV saat itu.

Sedangkal pemahaman ku dalam menganalisis, mereka-mereka (pembalap liar) adalah mereka yang manja dan hanya menyusahkan orang tua. Kalau mereka adalah orang-orang mandiri, mereka tidak akan berpikir untuk menghabiskan budgetnya hanya untuk membeli bahan bakar setiap 4 kali mengelilingi Trotoar depan stmik Dipa dan Pintu 1 Unhas.

Semalam, aku  sempat bertanya pada 2 orang secara acak, yang pertama seorang cowok umur belasan. "KenapaQ mau nonton ini?"Jawabannya: ku suka' liat kalo' ada yang jatuh baru di bawa' ke rumah sakit. Yang ke dua : "biasa ada uang jatuh. Tadi ada kudapat lima ribu".

Ini sekedar saran saja bagi para mahasiswa dan mahasiswi yang sering menonton balapan liar itu , kalau merasa terganggu dengan orang-orang yang bising itu, jangan menonton, karena mereka akan capek sendiri balapan tapi tidak ada penontonnya. Kecuali kalau memang anda suka melihat orang yang kecelakaan dan mati konyol karena kebodohan mereka.

0 comments:

Post a Comment

sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih