Breaking News
Loading...
Monday, 31 May 2010

Misteri “Satu Senyum Saja”

Sedikit tersenyum untuk hati yang kalut. Kemudian akal mencoba menelaah maksud dibalik sesuatu yang sangat sederhana itu. Apakah se-sederhana itu? atau jauh lebih bermakna dari apa sebenarnya yang kuingin? Aku tak ingin membiarkan ini berlalu seperti angin. Akan ku telisik dan mencoba mensintesa hasil ramuan ini.
Kumulai dari mana? dari cara pengungkapanku? Atau cukup yang sederhana itu?
Mana bisa? Itu sama saja ketika Sherlock Holmes dan Detectif Conan yang diminta menemukan benang merah Yang akan disebunyikan oleh Nenek moyangnya 20 tahun akan datang. Diskursus ini, bukanlah berhubungan dengan Intelegensi, tapi tentang pembacaan kondisi Psikis. Kondisi Psikis di mana dia menyatakan sesuatu yang sederhana itu.
Tapi sulit, Aku tak melihat raut wajahnya, gerak-geriknya, mimiknya, saat sesuatu yang sederhana itu teraktual. Apa yang dilakukannya sebelumnya? Apa yang dilakukannya setelahnya? Andai itu diketahui, hal ini akan terpecahkan. Menjadi kepingan pengetahuan. Serpihan langkah menuju jalan selanjutnya. Agar tak ada lagi tabir yang menghalangi cahaya dan berbuah terang-benderang. 
Jadi tidak bisa? Aku merasa tak mampu melogikakan ini. Tapi aku punya opsi, pasti salah-satunya mewakilkan sesuatu itu!

Dia merasa Senang, bahagia, malu, sedih, simpati, Acuh, Kasihan.
Terlalu banyak sampai-sampai potensi untuk berhasil manis sangat kurang. Aku harus menjawab misteri ini.
Ketika ku katakan aku sedang KANGEN, dan dia hanya “:-)” di pesan balasannya.

2 comments:

  1. ":-)" klu di uraikan dalam kata maknaqw asik

    btw saran bagaimana kalau di vote saja opsi"nya

    ReplyDelete
  2. kira2 apa maknax cappo'??
    makax ku share supaya sy bisa dpt "objective reason"x!

    ReplyDelete

sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih