Breaking News
Loading...
Monday, 17 May 2010

Alangkah Sinisnya Aku Ini (Tentangnya yang elitis Sosialis)

Bagi kalian yang miskin seperti ku :
 
Cerita ini saya mulai dengan rasa jengkel saya pada adik sepupu saya yang meminta saya untuk menjemputnya di rumah temannya yang jalan menuju rumah tersebut sudah saya lupa karena rumah tersebut cuma sekali saya datangi itupun hanya sebentar. Rumah tersebut berada di Blok H BTP (Pasti terbayang betapa sulitnya menghapal jalan menuju rumah tersebut). Yang membuat saya kesal, malam itu sedang hujan deras dan saya tidak membawa Jas Hujan. Hal lain, saya sedang asyik-asyiknya chating dengan teman saya via Fesbuk. Tapi mengingat Sepupu saya tersebut akan mengurus hal yang sangat penting (mengurus Surat Keterangan Belum Nikah) untuk berkas pendaftaran kerjanya, maka saya merelakan tubuh saya bermandikan hujan.

 
Sampai di rumah temannya, ternyata memang tidak hujan (padahal sebenarnya saya ingin memperlihatkan pada sepupu saya bahwa saya sedang berbaik hati melewati Hujan untuk kebutuhan mendadaknya). Tidak cukup lama menunggu, adik sepupu saya pun keluar dari rumah dan pamit pada temannya. Saya seperti ingin berteriak "Cepaaaaaattt", karena saya kedinginan dan kebelet. 




Wuzzzz....motor melaju kencang menjauh dari arah kota makassar menuju Sudiang. Sebelum kompleks ruko setelah jalan ke KIMA, Adik Sepupu saya meminta untuk berhenti di ATM BCA di kompleks Ruko tersebut. Parahnya, dia tidak ingin menarik uang atau transfer, tapi membayar tagihan Listrik, Air, Rumah dan Motor dengan Tunai di ATM BCA. Yah,,, paling cepat 15 menit. Untung saja sepupu tidak antri, dan memang malam itu, tidak begitu banyak yang menggunakan ATM itu. Mungkin karena gerimis. Di depan toko, dua orang anak berusia sekitar 9 tahun dan 6 tahun berjaga-jaga di sekitar parkiran motor dan mobil. Biasa,,,jasa Parkir ilegal, sekaligus pasang wajah kasihan ketika seseorang akan meninggalkan tempat tersebut. Seperti biasanya, saya menjauh dari kedua anak tersebut dan tetap duduk di atas motor sambil menunggu adik sepupuku keluar. Orang yang masuk belakangan dari sepupu saya lebih dahulu keluar, membuatku menyimpulkan, BEGITU LAMANYA sepupu saya itu. Belum lagi saya yang kebelet karena pakaian yang saya gunakan sudah kuyup. Ada lagi yang membuat saya sinis. Honda New CRV, datang dan diparkir di samping kananku. Kemudian keluarlah seorang yang usianya seusiaku dengan santai. Dalam hatiku, "yah...yah... pamer kekayaan orang tua, mudah-mudahan orang tuanya bukan koruptor". Penampilannya, kaos Oblong, Celana Botol, sandal jepit Ando warna hijau. Masuk ke ATM center BCA (ada 4 mesin ATM dengan berbagai spesifikasi transaksi). Tak lama masuk orang itu keluar lagi. Aku baru lihat kalau dia memakai kaca-mata persis anak-anak manja kota pada umumnya. kulitnya putih, tapi jika dibandingkan dengan saya, saya lebih putih. Ternyata orang itu keluar karena di dalam pengguna ATM sedang full. Tak lama kemudian Dia duduk di koridor di samping kedua anak tadi. 
Tiba-tiba dia bertanya pada kedua anak tersebut "Besar moko semua di'?" tapi balasan dari kedua anak tersebut hanya "Senyum". Tak lama kemudian, dia bertanya lagi "Masih ko ingat ja' semua toh? Saudarako toh?" Kali ini kedua anak tersebut membalas dengan "mendongak" tanda meng-iyakan. Lama orang itu berbicara pada kedua anak tersebut, menjadikan mereka semakin akrab dan semakin intim dengan percakapannya. "Di mana Bayu sekarang" tanya orang itu pada kedua anak tersebut. Salah satu anak itu menjawab, "ohh, Bayu?? Pindah mi"... "Sekolah jako kah?" tanya pemuda tampan yang tadi. Jawaban anak itu, "menggelengkan kepala"(berarti tidak). "Berapa mi uang ko dapat?", si ganteng itu bertanya lagi sambil mendekati kedua anak itu dan duduk melantai bersama sambil membuka dompetnya dan mengambil uang 20 ribu. "Ini uang ee, bagi dua ko nah!". Memberikan uang itu pada anak yang kecil. And then, orang itu membantu menghitung uang anak yang tadi, dengan model berbeda. Dia membantu menghitung uang dengan cara "ini tambah ini berapa? Lagi berapa baru cukup 30 ribu uang mu bede'? Kalo' uangmu dengan uangnya ini digabung jadi berapa semua? Seandainya ini uang mu ku ambil 7 ribu, lagi berapa?" Anak itu seakan bermain cerdas cermat dengan sesi Soal matematika dengan pemuda itu sebagai pembawa acaranya. Tak lama kemudian orang itu berhenti karena dia melihat ada mesin ATM yang kosong. Setelah itu, dia keluar lagi dan pamit pada kedua anak tersebut. 

Saya merasa malu pada diriku sendiri yang awalnya melihat sinis orang itu. Sepupuku keluar tak lama setelah perginya orang itu. Saya mengorek kantong celanaku dan hanya menemukan uang selembar uang 2 ribu. Lalu ku panggil kedua anak itu dan memberinya uang tadi sambil berkata "heh, bagi dua ko nah!" dengan raut wajah yang lega.  

 "Jangan menganggap remeh orang yang berpenampilan sederhana dan jangan menganggap sombong orang yang berpenampilan glamour". Strata sosial, sosial sendirilah yang mnyimpulkan strata-strata itu. Kalaupun ada, Tuhan adalah maha Pencipta. Asal Tahu saja, Tuhan tidak pernah membeda-bedakan makhluknya kecuali bagi mereka yang berTaQwa..

2 comments:

  1. Saran ku nah....tambahkan chatbox di blogx...spya bs ksi info, kmentar, atau apapun yg mgkn tdk ada hubunganx sm postingan... Hehe....

    ReplyDelete
  2. bgmana caranya? Ajar2 duleee! Btw,rusak windows live writerku'! tolooooooooong! :)

    ReplyDelete

sebaiknya pada saat memberi Komentar, menggunakan Nama Anda! Dimohon untuk tidak menggunakan anonim!
Terima Kasih